Minggu, 15 Maret 2009

MENUNGGU PTS JADI>>>>

Anak gue TITAH , usianya baru menginjak 15 bulan. namun dia sudah keranjingan naik Odong-odong, begitulah orang menyebutnya… ga tau deh apa namanya ditempat laen. bentuknya seperti becak namun ditambahkan lagi mainan seperti binatang, motor atau mobil2an yang dapat dinaiki anak kecil. dan kendaraan tersebut digerakan lagi oleh rantai dan digowes oleh tukangnya diiringi alunan lagu.

Dulu ketika masih anak-anak jika ingin menaiki mainan sejenis mobil-mobilan atau kuda-kudaan kita harus mendatangi pusat perbelanjaan. Jumlah lokasinya pun belum sebanyak sekarang. Untuk menaiki mainan tersebut kita harus membeli koin khusus yang dijual pengelola. Kebutuhan setiap koin pada setiap mainan berbeda-beda, ada yang membutuhkan satu koin atau dua koin.

Namun kini kita tak perlu pergi ke Mal atau pusat perbelanjaan. kita tinggal menunggu didepan rumah dan tukang odong-odong akan lewat setiap pagi dan sore. Tarifnya memang cukup murah, cuma seribu untuk sebuah lagu. Namun buat TITAH tak cukup uang seribu, paling tidak 2 lagu dia baru mau turun itupun harus dipaksa. Memang tak banyak uang dua ribu, namun kalo dihitung perbulan lumayan juga… pagi 2000, sore 2000 dikalikan sebulan jadi 120ribu cuma buat naek odong-odong… pfiiuuh :roll: 8O.....Ayah tenang aja, ntar kalo PTS putihnya dah jadi..............TITAH siap MEERRRAAAUNNNGGG.....RRRAAUNNNGGG naek PTS............ups.....

Rabu, 25 Februari 2009

AYAH


Sebut AYAH, maka para penggemar vespa di SURABAYA akan menunjukkan jalan KEDUNGDORO sebagai tempatnya. Dialah AYAH dari anak-anak muda penggila vespa yang suka nongkrong di markas kedungdoro, SURABAYA.

”Semua anak vespa yang mampir ke sini dia urus seperti anak sendiri. Itu sebabnya dia dipanggil AYAH,” ujar BOKIR salah satu fans ayah.

Pernyataan itu sama sekali tidak berlebihan. Betapa tidak, ayah tidak keberatan memasak makanan dan minuman untuk ”gerombolan” anak-anak vespa yang bertandang ke rumahnya, termasuk yang berasal dari luar Jawa. Kadang sekali datang jumlahnya belasan.

Ketika anak-anak vespa akan berangkat tur keliling kota, dia membuatkan nasi bungkus dan lauknya untuk bekal. Kemudian, istrinya akan mengiringi kepergian anak-anak itu dengan doa agar mereka selamat di perjalanan.

Ayah juga bersedia jadi teman curhat anak-anak vespa. ”Saya dengarkan apa saja keluhan mereka, kemudian saya beri nasihat, ’boleh saja ikut vespa , asal tetap punya iman’. Alhamdulillah, beberapa anak yang tadinya tidak benar, akhirnya tobat,” katanya.

Karena AYAH begitu baik, anak-anak vespa betah tinggal di rumahnya yang jadi markas gabungan berbagai club vespa di surabaya. Mereka bisa menginap di sana sehari, seminggu, sebulan, bahkan setahun.

Anak-anak itu tidur di mana saja di rumah sederhana AYAH di Gang KEDUNGDORO. Di rumah itu tidak ada barang mewah. Yang ada, tumpukan onderdil motor dan ”bangkai” vespa di hampir setiap sudut.

Dunia vespa memang lekat di kehidupan AYAH.
Anak laki lakinya adalah penggila vespa juga. Anak perempuannya juga sudah mulai ikut-ikutan main vespa.

Ayah terjun ke komunitas ini semata karena sayang kepada anak-anaknya. Awalnya, tahun 1995 dia datang ke sebuah acara komunitas vespa. Di sana dia melihat anak anak muda dalam keadaan super dekil dan mabuk. Sejak saat itu saya benar-benar mengawasi anak-anak saya dan teman-temannya. Saya tidak ingin anak-anak saya menjadi pemabuk dan pencandu narkoba,” katanya.
Hampir di setiap event vespa AYAH juga tidak segan-segan bergabung dengan tur yang diikuti anak-anak muda. ”Pertama saya dibonceng anak anak kemudian pakai vespa butut sendiri. Lama-lama saya jadi ketagihan ikut tur,” kata AYAH. AYAH punya cita-cita, suatu saat bisa tur keliling Indonesia bersama ISTRI tercinta. Berdua saja.

Sabtu, 21 Februari 2009

VESPA RUNGSEP, SCOTERIST GEMBELS


BAGAIMANAKAH cara kaum MISKIN mengekspresikan diri? Barangkali Anda bisa melihatnya di komunitas penggemar vespa gembel. Kalau kebanyakan orang suka pamer kemewahan, mereka justru pamer kegembelan. Inilah antitesis dari parade kemewahan di sekitar kita.

Komunitas ini mudah dikenali. Mereka umumnya mengendarai vespa rombeng tahun 1970-an atau 1980-an yang dimodifikasi sesuka hati hingga bentuknya aneh-aneh. Ada yang mengganti setang vespanya dengan setang tinggi menjulang. Mereka menyebut model ini sebagai vespa setang KETHEK karena pengendaranya akan terlihat seperti KETHEK yang sedang menggelayut di batang pohon.
Ada yang menambahi gerobak di samping vespanya. Ada pula yang menceperkan dan memanjangkan badan vespa hingga bermeter-meter. Yang begini mereka sebut vespa long.
Ciri lain, vespa model begini dekilnya minta ampun. Maklum, penggemarnya sengaja tidak mencucinya berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Tampilan vespa kian kumuh karena penggemarnya kerap menempelkan aneka ”sampah” di vespa mereka, mulai dari karung goni, gombal, drum bekas, galon air, sandal jepit, CD, selongsong mortir, botol infus, tengkorak sapi, hingga celana dalam.

”Pokoknya makin gembel makin keren. Itu berarti vespanya sering dipakai untuk keliling daerah,''
Tidak hanya rupa vespanya, tampilan sebagian penunggangnya pun sama acak-acakannya. Lihatlah anak anak RSJ yang berambut gimbal dan berpakaian lusuh.
Mengapa mereka mau menggembel-gembelkan diri? Ternyata ini ada kaitannya dengan faham kebebasan yang mereka anut. Mereka ingin merombak pandangan orang yang sering menilai orang lain dari penampilan luarnya.

”Mereka ingin buktikan bahwa orang yang berpenampilan gembel hatinya belum tentu jahat,” semua tahu persis bagaimana sakitnya disepelekan hanya karena penampilannya.
Dengan vespa gembel, komunitas ini bisa dengan bebas mengekspresikan diri. ”Kalau orang kaya bisa pamer kemewahan, kita bisa pamer kegembelan,”
mereka mengaku senang sekali jika sedang tur berpapasan dengan rombongan penggemar motor mewah. ”Ternyata orang di pinggir jalan lebih banyak yang ngeliatin kita daripada ngeliatin kelompok motor mewah. Kalau enggak pake vespa gembel, mana ada yang mau memerhatikan kita,”

Kebanyakan penggemar vespa gembel memang berasal dari kelompok menengah ke bawah. Mereka umumnya pengangguran, mahasiswa, atau buruh serabutan. Meski ada pula yang berprofesi sebagai seniman, guru, atau pemilik bengkel.

Di dunia nyata, kelas ini sering kali dipandang sebelah mata. Mereka kerap diabaikan dan dipinggirkan. Nah, lewat vespa gembel mereka menciptakan ruang ekspresi sendiri lantas merebut perhatian orang lain.

Lewat kegembelannya, mereka menyelipkan semacam semangat demokrasi di jalanan. Bagi mereka, jalanan yang sering digunakan orang-orang kaya untuk memamerkan mobil dan motor mewah, juga harus bisa menjadi ruang bagi rakyat jelata berkantong cekak.

Lantas bagaimana kita memandang komunitas semacam ini? Ketika kita melihat komunitas ini, sebenarnya kita sedang melihat sebentuk perlawanan rakyat jelata kepada pihak-pihak berkuasa yang gemar memuja kemewahan. Kegembelan mereka adalah antitesis dari parade kemewahan di sekitar kita.

Tidak heran, jika komunitas ini tumbuh subur di hampir semua daerah pinggir kota. Mereka menandai keberadaannya antara lain lewat kegiatan nongkrong setiap minggu.
Mereka membentuk jaringan yang kuat hingga ke kota-kota lain di luar Pulau Jawa. Mereka saling mengunjungi, saling membantu, bahkan saling mendoakan.

Ada semacam aturan tidak tertulis bahwa sebuah klub harus menjamu anggota klub dari kota lain yang mampir ke markas mereka. Mereka menyediakan makanan, tempat menginap sekadarnya, bahkan kadang menyumbang uang bensin.

Tamu-tamu itu sering kali tidak hanya menginap satu-dua hari, tetapi berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan ada yang menetap hingga satu tahun. Dari sini, persaudaraan antarkomunitas vespa gembel terbentuk dan berkembang luas.

Jumat, 20 Februari 2009

DEMAM PTS

Akhir - akhir ini terjadi trend baru yang melanda beberapa teman. semua pada berlomba - lomba mencari, membeli, & memodifikasi vespa PTS. sebenarnya kegilaan ini oke2 saja selama tidak mengganggu perekonomian pribadi dan keluarga soalnya susah bos memenejemen uang dengan hoby. batasannya tipis banget, kebutuhan membeli onderdil dan sperpart dengan susu bayi sama2 penting.
yang lebih penting adalah, bagaimana memodifikasi pemasukkan biar tetap lancar, sehingga dua2nya tetap berjalan seirama tanpa harus ada yang dikecewakan ok brrroooo

Senin, 19 Januari 2009

Minggu, 18 Januari 2009

TOUR JSR III part 2



Sore itu rasanya semua beban di perjalanan seakan akan tumpah bersama insident yang barusan terjadi. sejenak istirahat di depan klinik kesehatan, bercanda dengan ibu-ibu perawat dan kemudian makan sebungkus nasi bersama teman2 . rasanya begitu hangat suasana sore itu.
tak menunggu lama kita berangkat kembali melanjutkan perjalanan yang kurang dari 5 kilometer dengan diiringi hujan yang cukup lebat menguyur jalanan sampai ke tempat acara . sesampai di venue rasanya kita dipertemukan oleh ratusan saudara, teman, sahabat dan tentu saja vespa dengan berbagai bentuk, jenis dan modifikasi yang gokil abis.
akhirnya beralaskan jas hujan kita bersama tertidur di trotoar tepat didepan lapangan tempat acara digelar. pukul 9 malam kita baru terbangun, tak terasa perut keroncongan suasana riuh, bising, dingin, bercampur menjadi satu.



malam kian larut, brother koko mengajak kita semua untuk istirahat dirumah sodaranya. akhhhh ini rasanya menjadi malam yang indah, tidur pulas setelah menyantap makanan khas magelang bersama dalam sebuah kegembiraan perjalanan bersama.
pagi hari 15 desember 2008 kita kembali venue untuk melihat acara dan mencari beberapa onderdil yang cukup langka untuk melengkapi aksesoris vespa masing2. menjelang siang kita berangkat menuju borobudur , ya borobudur salah satu keajaiban dunia yang menjadi salah satu icon negeri ini. dengan berbagai pose kita menyusuri lorong2 kembali ke jaman sejarah masa lalu. hujan kembali menguyur mengiringi perjalan kembali pulang ke surabaya .

sebuah memori akan perjalanan yang begitu indah melewati waktu dan ruang menjadikan kita semakin mengerti setiap karakter dan jatidiri.
BRAVO SCOOTERISTA

Kamis, 15 Januari 2009

SOSOK LUGAS SEBUAH KARAKTER (1)


Langit pun mulai menghitam , air mulai mengguyur bumi ini
Suara-suara gaduh dan kepulan-kepulan asap
Mengiringi sebuah perjalanan berbagai karakter
Yang bersatu di sebuah komunitas scooter

Saat pertama kali musibah terjadi di awal perjalanan

Karena sebuah keteledoran pemerintah yang acuh
Hingga akhirnya menjadikan "Buruh Tani" terkapar
Tergolek tak berdaya di sebuah pom bensin

Pandangan sayu dan keraguan dari mata seorang bokir
Meninggalkan "Buruh Tani" sendiri



Hujan tak juga berhenti mengiringi
Lelah dan ngantuk mulai sangat terasa
Hingga akhirnya "Anarki Biru" mulai ngambek
Dan ketika darah excel hitam harus terputus
Saat kabel gasnya terputus

Dan semuapun terlelap meninggalkan dua karakter
Yang berusaha menyambung nadi excel hitam

Mungkin matahari yang mulai panas
Kelelahan yang sangat berat
Membuat semua jadi lepas kontrol
Dan akhirnya terpisah menjadi 3 jalan
Hingga bertemu di sebuah warung makan

Semangat kembali memuncak saat tiba di 3/4 jalan
Tiba-tiba musibah kembali hadir mengisi

Saat ban depan si ungu tiba-tiba meletus
Bergotong royong menyelamatkan saudara
Melepas lelah di sebuah rumah sakit

Hingga sampai di tempat yang dituju
Wajah yang layu mulai kembali mekar




"Sebuah sosok mulai terlihat dari berbagai karakter di keberangkatan ini,yang menjadikan kita mengerti sisi lain dari seorang teman yang selama ini kita kenal"



ANARKI BIRU SAY HELLO....